Covid-19 dampak positif di SMP Maria Goretti

Wajah-wajah serius, bingung, penasaran masih menghiasi sebagian besar Bapak Ibu guru SMP Maria Goretti selama 1 minggu ini. Pembelajaran harus tetap berlangsung tanpa kehadiran anak-anak tercinta peserta didik SMP MG. Hal ini mendorong atau lebih tepatnya memaksa bapak ibu guru supaya dapat melaksanakan pembelajaran secara daring. Sehingga persiapan yang begitu instan menjadi proses yang menghiasi dinamika mengajar di sekolah.

Covid-19 memang suatu bencana internasional yang telah banyak merenggut korban jiwa. Namun secara pribadi penulis percaya bahwa Tuhan sedang merajut kehidupan kita. Ada hal positif yang dirasakan masa pandemi ini (hal negatif tidak akan diulas, karena sebagian besar telah paham). Terbesit dalam hati bahwa selalu bahagia membuat kita “Mensana in corpore sano” kita bisa tetap bertahan dari covid-19 dan tetap dalam situasi “Ora Et Labora” sebagai bentuk pelayanan Terhadap Tuhan maupun tanggungjawab terhadap peserta didik, Karena kita semua percaya dan mengimani “Imanuel” dalam tiap langkah kehidupan. Kegelisahan kekawatiran terhapus “Deus Providebit“.

Persiapan-persiapan pembelajaran sudah sering kita lakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan PJJ. Semakin kita belajar semakin menyadari betapa kita memiliki banyak kekurangan, termasuk dalam penerapan IT dalam pembelajaran. Masih teringat awal semester lalu, sekolah menerapkan peraturan siswa dilarang membawa HP ataupun laptop. Namun Covid-19 membalikan keadaan, semua peserta didik dan guru membutuhkan media HP atau laptop demi kelancaran proses belajar. Sebagai Pendidik dan pengajar yang baik maka perkembangan ini diterima dengan bahagia dengan konsekuensi harus menguasai model pembelajaran yang kreatif PJJ daring. Dengan demikian terbuka luas wawasan, pengetahuan, dan keterampilan bapak ibu guru memanfaatkan IT dalam pembelajaran jarak jauh. Mulai dari media WA, Google classroom, zoom, google meet, google hangout, webex, quisizz telah dicoba dan dirasakan, meski harus terbata-bata dalam belajar mengoperasikannya. Terakhir bapak ibu guru dipaksa untuk belajar kembali aplikasi microsoft office 365 education. Bapak ibu guru harus rela meluangkan waktu ekstranya untuk dapat menguasai atau paling tidak dapat mengoperasikan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan office 365. pun dengan konsekuensi merogoh kocek untuk melakukan upgrade perangkat yang dimilikinya. Dalam himpitan dan gempuran covid-19 ternyata, Bapak Ibu Guru SMP Maria Goretti tetap tegar dan tetap bertumbuh menjadi lebih baik. Penulis menemukan kata bijak nan lucu namun pas dalam kondisi saat ini.(Tidak tahu siapa yang memunculkan kata bijak ini untuk yang pertama kali) “Belajar dari bulu ketek, walaupun selalu terhimpit tapi tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh.”

Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam. Bahagia selalu Tuhan memberkati. Berkah Dalem.🙏🙏

Comments 2

  1. Kalimat yang terakhir membawa asosiasi tidak nyaman. Usul diedit saja. Ganti yang lain yang maknanya sama.

Leave a Reply to Veronica Retno Yuliani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *