“KASIH ITU TIDAK HANYA UNTUKKU”

Oleh : Ibu Yuliana Lilik K, S. Ag dan Bapak Yohanes Prihardana, S. S

14 Februari, Valentine’s Day perayaan yang banyak dirayakan oleh sebagian pasangan tetapi Valentine pun juga menjadi milik orang tua dan anak, guru pada muridnya, antar teman, dan pada sahabat. Apakah kalian tahu sejarah tentang valentine ? Hari valentine  berkaitan erat dengan seorang pastur yang bernama Valentine yang dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 M.

Dalam tradisi Gereja Katolik, St. Valentine (abad 3) menjadi martir karena sebagai imam ia banyak menikahkan pasangan muda-mudi. Dengan demikian ia melanggar perintah Kaisar Claudius di Roma yang pada waktu itu melarang kaum pemuda untuk menikah karena ia berpendapat mereka yang menikah akan terikat pada keluarga dan tidak dapat menjadi serdadu kerajaan yang baik. St. Valentine tidak mengindahkan larangan tersebut, dan meluluskan permohonan para muda- mudi yang ingin menikah, dan karenanya ia ditangkap dan akhirnya dibunuh.

Refleksi Valentine Day

Terlepas dari adanya pro dan kontra, perayaan Valentine sungguh menyenangkan. Di tengah segala permasalahan, permusuhan, keegoisan, dan gengsi menguasai diri kita apakah dengan pasangan, teman, sahabat, atau dengan orang tua, guru maka hadirlah Hari Kasih Sayang. Satu hari yang mengingatkan kita untuk saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi. Momen yang bisa membuka mata hati kita semua bahwa kasih sayang sangat penting untuk ditumbuhkan.

Mencintai, mengasihi, dan menyayangi tidak terbatas dan dilakukan tanpa syarat. Kita bukan mencintai, mengasihi, atau menyayangi seseorang karena ketampanan/kecantikannya, kepintarannya, kebaikan hatinya, kesahalehannya, kekayaannya, maupun prestasinya. Melainkan cintai, kasihi, dan sayangi apa adanya. Tanpa memandang kelebihan dan kekurangannya.

“Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akalbudi, segenap kekuatanmu” (kutipan dari Injil Markus 12:30). Valentine’s Day menjadi implementasi dari pengajaran Yesus pada kita. Kasih itu perlu tindakan dan perbuatan nyata sebab bila hanya dikatakan atau dibicarakan saja maka sedikit sekali bermanfaat, menarik perhatian atau menyentuh hati seseorang. Yesus sebagai Guru Sejati memberikan teladan mengasihi dengan hadir sebagai manusia yang mau mengampuni, menolong, membuat mujizat bahkan rela berkorban sampai mati untuk keselamatan manusia. Dia merupakan perwujudkan kasih Allah secara nyata dalam kehidupan manusia. Dari Allah melalui PutraNya Yesus Kristus, kita dapat menimba dan menghidupi semangat kasih untuk mencapai kesempurnaan dalam mengasihi.

Untuk memaknai Hari Kasih Sayang ini, kita dapat  memberi tanda kasih berupa doa, kartu atau kado sederhana, bunga, coklat, atau makanan kepada orang-orang yang berjasa pada kita, kepada mereka yang sering membantu kita, kepada orang tua, guru, teman, sahabat bahkan orang yang kita benci dan tidak kita kenal.

Ayo buktikan, Hari Kasih Sayang milik siapa saja? Siapa pun mereka pasti ingin berbagi kasih sayang. Namun, kasih sayang tidak hanya diberikan dalam satu hari. Berikanlah kasih sayang terus-menerus. Setiap saat dan setiap waktu. Cinta dan kasih sayang yang kita berikan tidak akan pernah habis. Jika kita terus memberikan cinta dan kasih sayang, maka akan ada lebih banyak cinta dan kasih sayang mengalir untuk kita.

Jadikan setiap hari penuh kasih sayang dan cinta. Jangan pernah ragu menebar kasih sayang dimana saja dan pada siapa saja. Bahkan pada orang-orang yang membenci kita, orang-orang yang memusuhi kita, balaslah kejahatan dengan kasih sayang. I love You, Saranghaeyo. Berkah Dalem.

Sumber refrensi :

  1. https://katolisitas.org/tentang-st-valentines-day/
  2. Kompasiana.com dengan judul “Refleksi Valentine, Berikan Kasih Sayang Setiap Saat”, https://www.kompasiana.com/latifahmaurintawigati/58a23c5b959373a80d6fefe2/refleksi-valentine-berikan-kasih-sayang-setiap-saat?page=all#section1 Kreator: Latifah Maurinta
  3. https://kupang.tribunnews.com/2021/08/20/renungan-harian-katolik-jumat-20-agustus-2021-hukum-kasih?page=all

Comments 6

  1. Spt ajaran Kristus pd kita, KASIH itu penuh makna n sgt luas, Krn ksh dr Allah adl kita diajarkan utk tdk memegahkan diri Krn kasih kekal & abadi Krn bersumber dr Tuhan.

  2. Kasih itu panjang sabar, kasih itu tulus, kasih tidak mendatangkan permusuhan, dengan kasih membuat kita selalu bersyukur, bersuka cita dan rendah hati. Selamat Hari Kasih Sayang. Kasih itu tidak hanya untukku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.